Tampilkan postingan dengan label FEATURE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FEATURE. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2016

Habitat Danau Tigi Memberikan Kehidupan Bagi Manusia



*Oleh: Maria Merry Takimai.

Danau Tigi di Kabupaten Deiyai
Provinsi Papua
Danau Tigi terletak di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua. Disana banyak masyarakat memancing Ikan dan melayang dengan mengenakan pukat, dan jalah. Danau tigi terbagi dalam dua bagian, yakni; Wado Tigi dan Miyou Tigi.

Danau ini, dari hasil ekpedisi Mr. Wissel Meren. Memberikan nama Danau-danu Wissel.  Mr. Wissel Meren asal Belanda.  Iaadalah orang pertama yang mendarat Pesawat Diper, pada 1930-an di Danau Tigi, Tage, dan Paniai.

Wadou, terletak di arah pintu anggin atau Kampung Gakokebo. Miyoutigi di dekat Ibu Kota Kabupaten atau Waghete.

Habitan Danau Tigi adalah  Ikan Mass, Mujair, dan Udang. Habitat yang terkandung dalam danau yang berbentuk hati manusia di Tanah Papua itu, sangat memberikan kehidupan bagi masyarakat Deiyai yang berdomisili di bibir Danau.

Hasil jalahannya menyekolakan anaknya merahi gelar sterata 1 (S 1) juga membelikan pakean seragam bagi anak-anak mereka yang berpendidikan di bangku Sekolah Dasar hingga Menengah. Kebutuha se-hari-hari pun di peroleh dari hasil jualan ikan.
Untuk menjalani aktivitas mereka, maka perahu adalah faktor utama untuk menunjang profesinya sebagai nelayan.
Wahh…harga perahu sangat nunggak skali ya…Ukuran 3 X 1 saja harganya sudah 3 Juta. Tapi para nelayan berpikir bahwa tidak jadi hambat dengan harganya.  Tentunya mereka lebih target pada hasil yang di peroleh.
Kemudian, di tengah Danau tigi terdapat sebuah pulau. Nama pulau itu adalah Duamo. Duamo menyimpang sejuta harta. Mari kita melangka pada Duamo. 

Duamo, Tempat bermasyah

Pulau Duamo tempat piknik para remaja/I di bulan Desember. Bahkan ada juga gua, dan sarang burung wallet dalam Gua tersebut.  

Potensi di pulau ini sangat memikat para pengunjung. Para pengunjung biasanya menggunakan perahu bahkan seedbok untuk menjangkau ke pulau tersebut. Pulau ini tidak jahu dari ibu Kota Kabupaten Deiyai, Waghete.

Dari sekian banyak keunikan yang tersimpang di pulau itu, salah satunya yang paling unik di pulau ini adalah pantung Tuhan Yesus dan Maria.” Caranya untuk melihat: Hanya taru koin seratus rupiah di depan patung itu, nantinya sendiri akan muncul seperti patung Yesus dan Maria. 

Patung Tuhan Yesus dan Maria di pulau itu bukan dibuat oleh Manusia tetapi sudah ada sejak dahulu kala, atau itu memang  alam. Serta, bagian depan Pulau ini, ada batu yang serupa muka manusia. Pemilik Pulau itu adalah marga Pekei/Ikomouw. 

Pada 2012, Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Periwisata dan Kebudayaan berupaya untuk dijadikan tempat wisata. Bila program tersebut di bikin, tentu menghasil PAD bagi Kabupaten Deiyai, namun sayangnya, hanya sebuah wacana saja. 

Namun, melalui tulisan ini, harapan saya adalah: harus wujudkan wacana tersebut secara obtimal agar danau Tigi dapat di kunjungi oleh para tourist dari tingkat Internasional maupun dari wilayah mana saja di Indonesia. Agar menghasilkan PAD bagi daerah Kabupaten Deiyai ke depan.

                                                                                                                    
*Penulis adalah Siswi SMA 2 Tigi Kabupaten Deiyai*

More details..

Minggu, 28 Februari 2016

ILLEGAL LOGIN DI KAPIRAIYA PAPUA, MERUSAK PARU-PARU DUNIA



Oleh: Jackson Ikomouw*)

Kondisi Penebangan Liar di Distrik Kapiraiya Kabupaten Deiyai, Papua. (FOTO/Dok)
85% Pulau Papua di kuasai Perusahan-perusahan Illegal. Persoalan tersebut, di Kabupaten Deiyai  Papua, perusahan Illegal Login sudah beroperasi semenjak Kabupaten Deiyai belum di mekarkan dari Kabupaten Induk Paniai. Dengan kehadiran persahan Illegal Login di Distrik Kapirai, apa yang terjadi di sana ? Namun melalui tulisan ini akan saya beberkan sesuai dengan hasil wawancara kepada pemilik ulayat di Kapiraiya. Bagi kawan-kawan yang membaca tulisan ini, perlu ada uyapa-upaya untuk mendorong masalah tersebut serta gelar aksi sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran  perusahan-perusahan Illega Loging di Papua khususnya di Kapiraiya .

Suatu ketika, Pada, 16 Oktober 2015, saya di undang dari Panitia Musda Ke-II DPD KNPI Deiyai untuk mengikuti acara pelantikan pengurus DPD KNPI Periode 2015-2018 di Aula DPRP. Katika tiba, saya menjumpai tiga Pemuda yang sedang berbincang mengenai dinamika Organisasi. Mereka yang saya temui adalah Bung Mando, Kak Yoel, Kak Robi, mereka asik berdiri disebuah teras yang menghubungkan aula dan Kantor. Kemudian saya juga ikut bergabung dengan mereka.

Sudah lama, saya kenal Bung Mando, Kak Yoel, dan Kak Robi. Profesi mereka bertiga adalah PNS . Kaka Yoel kerja di Distrik Kapiraiya sebagai Bendaraha, Klau Kaka Robi, Perindangkop juga asalnya dari Kapiraiya. Bung Mando di Capil Paniai. Di kesempatan itu, Saya bermaksud untuk Tanya soal illegal Login, yang sempat saya dengar dari Pak Kadis Kapiraiya, saat Musrembang di Aula DPRD pada bulan April lalu.

Saya sempat dengar bahwa, di Kapiraiya itu ada Illegal Login. Apakah persoalan itu  benar atau tidak ?

Untuk soal itu benar. “Disana ada enam Perusahan Illegal. Mereka sudah lama beroperasi. Ke-enam Perusahan Illegal login tersebut masuk melalui hubungan kawin silang, “Suku Kamoro dan Suku Key”. Orang Pendatang (Key) ini yang desak secara Paksa ke suku Kamoro untuk memberikan izin kepada perusahan untuk melakukan operasi, “Kata Ketua Angkatan Muda Kingmi (AMKI) Kordinator Deiyai.

 Lanjutnya, Hingga kini, Orang Kamoro belum ada yang terpelajar. Namun, wajar saja jika pihak ketiga yang datang melalui hubungan perkawinan membujuk kepada pemilik ulat untuk perusahan masuk tanpa ada amdal yang jelas “Kata Robi.

Menurutnya, Soal ini hamper mengakibatkan konfik horizontal antara Suku Kamoro dan Suku Mee. Tapi, untunya Pak Kepala Distrik Kapiraiya turung di lapangan langsung jumpai Kepala Suku Kamoro dan Suku Mee, usai pertemuan menggelar pesta bakar batu (Barapen) sebagai bentuk “Perdamaian” antara kedua Suku ini. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2015 lalu.  Kemudian situasi mulai kondusif hingga sekarang, tapi Operasi Illegal loging masih beroperasi, “Kata Ketua AMKI Kordinator Deiyai itu.

Semua penjelasan tadi sangat benar. “Semua hutan sudah babat hasil oleh Perusah-perusahan kayu yang masuk disana. Usai penjelasan, Kak Yoel membenarkan kata Kak Roby.

 Disela tersebut. Tak lama kemudian saya minta Om Bunamoye Mote, Admin www.timipotu.com bergabung dengan kami untuk berdiskusi pada kesempatan itu.

Ketika dengar penjelasan itu, diriku merinding. Kemudian saya rekomendasi kepada pengurus DPD KNPI yang akan dilantik harus menyikapi soal illegal login yang sedang merusak alam Papua di Deiyai. Mengapa saya mengatakn demikian, Sebab, “Pemuda adalah tulang punggung bangsa tak perlu pungkirikan serta Pemuda harus jelih melihat persoalan yang dihadapi masyarakat kecil pada msa kini.

Larang Operasi, Pither Edowai di Todong Aparat di Kapiraiya

Penjelasan yang perna saya dengar dari Ka Robi, Ka Yoel dan Kadis Kapiraiya di benarkan oleh salah satu masyarakat Kampung Idego, Paitua Pither Pinibo. Ini hasil wawancara pemilik ulayat.
“Kami ditodong senjata. Kami dikejar oleh pihak Aparat yang sedang jaga di area operasi  6 Perusahan Illegal Login di Distrik Kapiraiya Kabupaten Deiyai Papua. Enam  perusahan tersebut mencuri Kayu Gaharu, Masohi, Negara, juga Emas kami. Mereka sudah beroperasi sejak Kabupaten Deiyai belum di mekarkan.

“Kami pemilik ulayat di bikin seperti Binatang bruang !

Pada bulan lalu, Aparat mengejar saya dengan Senjata juga sekitar belasan peluruh melayang diatas kepala”.

“Kami mau bikin apa ? anak-anak kami saja tidak ada yang terpelajar, yang terpelajar pun tinggal di Kota. Kami tidak punya kekuatan untuk lawan mereka !

Tiap hari Kapal selalu bergantian. Satu Kapal datang bawah kayu Gaharu dan bibit Gaharu, satu datang lagi bawah Masohi, juga pohon Negara serta Emas, “ Dengan kehadiran perusahan-perusahan tersebut, benar-benar menguras kekayaan kami.  TUHAN menciptakan alam yang kaya raya untuk kami orang asli menikmati. Bukan pihak lain yang datang mengatur kami. Jelas Pither Pinibo, depan SD Inpres Waghete, Deiyai Papua, Jumat, (29/10/15) siang lalu.

“Operasi Illegal Login di Kapiraiya sudah masuk pada lokasi saya. Dengan kehadiran enam perusahan tersebut benar-benar menguras kekayaan alam disana. Pemerintah Daerah pun belum mampu mengani kasus tersebut. Jika proses pembiaran ini terus terjadi tentu eksistensi alam di Kapiraiya akan menjadi sebuah cerita pada kalangan public di Deiyai.

Selain itu, adapun operasi Militer disana sambil mengamankan perusahan Illegal. Kehadiran sejumlah tersebut sangat-sangat benar membunuh kami sebagai oaring asli, Jalas Agustinus Badokapa.

Lanjutnya, “Eksistensi alam terancam punah. Sekian ribu pohon dibabat habis dengan kehadiran perusahan Illegal.

“Kami heran. Siapa yang mengijinkan untuk melakukan operasi ? Ketika klarifikasi, nyatanya perusahan-perusahan tersebut dijinkan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika. Perijinan tersebut, tanpa amdal yang jelas.

DEIYAI, Soal tapal batas adalah masalah yang sangat rumit diselesaikan, namun perlu ada perhatian serius dari Kabupaten Deiyai dan Kabupaten Mimika. Demikian Kata Ketua DPRD Deiyai, Yuneas Edowai,disela-sela wawancara, selasa, (11/8) di Aula DPRD Deiyai.

Namun, Lanjut Ketua DPRD yang baru dilantik itu, Perlu dibicarakan bersama Kepala-Kepala Suku, DPRD, dan Jajaran SKPD yang berkompeteng serta Pemerintah Provinsi Papua untuk mengurusi soal tapal batas
tersebut.

“Tentu saja akan terjadi masalah, sebab ini menyangkut PAD masuk ke khas Daerah. Oleh sebab, itu perlu ada dukungan yang sangat serius agar masalah tersebut diselesaikan secara profesional.

Selain tapal batas, kami akan serius untuk menuntaskan soal pengedaran miras di Deiyai. Sebab, Miras adalah masalah serius yang sedang mengancam eksitensi hidup generasi  Papua di Deiyai.

“Kami akan tutup tempat-tempat penjualan. Sebab, miras adalah pembunuh generasi pada masa kini, “Ujarnya.

Sementara itu, Kepala Distirk Bowodo, Jhon Dogopia mengatakan, pada bulan Mei lalu sempat terjadi konflik di area perbatasan, “Ujarnya disela temui media ini.

Dalam nsiden tersebut, 12 nyawa rakyat saya korban. Namun, hingga sekarang belum ada penanganan secara serius dari pihak Pemerintah Daerah Deiyai bahkan Pemerintah Daerah Mimika. Lanjutnya, memang ada pejabat Deiyai yang sempat turung ke lapangan, tetapi itu saat Bupati Carateker Pak Blasius Pakage.

Maka penuh harapan kami kepada agar tidak lagi terjadi konflik horisontal, “Kata Jhon Dogopia ketika ditemui media ini.




NAMA: Jackson Ikomouw (Penulis Lepas)
Nomor hp:082397630794
Alamat: Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua

More details..

Selasa, 17 November 2015

ILLEGAL LOGIN MERUSAK ALAM PAPUA DI KAPIRAIYA

Oleh: Jackson Ikomouw*)

85% Pulau Papua di kuasai Perusahan-perusahan Illegal. Persoalan tersebut, di Kabupaten Deiyai  Papua, perusahan Illegal Login sudah beroperasi semenjak Kabupaten Deiyai belum di mekarkan dari Kabupaten Induk Paniai. Dengan kehadiran persahan Illegal Login di Distrik Kapirai, apa yang terjadi di sana ? Namun melalui tulisan ini akan saya beberkan sesuai dengan hasil wawancara kepada pemilik ulayat di Kapiraiya. Bagi kawan-kawan yang membaca tulisan ini, perlu ada uyapa-upaya untuk mendorong masalah tersebut serta gelar aksi sebagai bentuk penolakan terhadap kehadiran  perusahan-perusahan Illega Loging di Papua khususnya di Kapiraiya .

Suatu ketika, Pada, 16 Oktober 2015, saya di undang dari Panitia Musda Ke-II DPD KNPI Deiyai untuk mengikuti acara pelantikan pengurus DPD KNPI Periode 2015-2018 di Aula DPRP. Katika tiba, saya menjumpai tiga Pemuda yang sedang berbincang mengenai dinamika Organisasi. Mereka yang saya temui adalah Bung Mando, Kak Yoel, Kak Robi, mereka asik berdiri disebuah teras yang menghubungkan aula dan Kantor. Kemudian saya juga ikut bergabung dengan mereka.

Sudah lama, saya kenal Bung Mando, Kak Yoel, dan Kak Robi. Profesi mereka bertiga adalah PNS . Kaka Yoel kerja di Distrik Kapiraiya sebagai Bendaraha, Klau Kaka Robi, Perindangkop juga asalnya dari Kapiraiya. Bung Mando di Capil Paniai. Di kesempatan itu, Saya bermaksud untuk Tanya soal illegal Login, yang sempat saya dengar dari Pak Kadis Kapiraiya, saat Musrembang di Aula DPRD pada bulan April lalu.

Saya sempat dengar bahwa, di Kapiraiya itu ada Illegal Login. Apakah persoalan itu  benar atau tidak ?

Untuk soal itu benar. “Disana ada enam Perusahan Illegal. Mereka sudah lama beroperasi. Ke-enam Perusahan Illegal login tersebut masuk melalui hubungan kawin silang, “Suku Kamoro dan Suku Key”. Orang Pendatang (Key) ini yang desak secara Paksa ke suku Kamoro untuk memberikan izin kepada perusahan untuk melakukan operasi, “Kata Ketua Angkatan Muda Kingmi (AMKI) Kordinator Deiyai.

 Lanjutnya, Hingga kini, Orang Kamoro belum ada yang terpelajar. Namun, wajar saja jika pihak ketiga yang datang melalui hubungan perkawinan membujuk kepada pemilik ulat untuk perusahan masuk tanpa ada amdal yang jelas “Kata Robi.

Menurutnya, Soal ini hamper mengakibatkan konfik horizontal antara Suku Kamoro dan Suku Mee. Tapi, untunya Pak Kepala Distrik Kapiraiya turung di lapangan langsung jumpai Kepala Suku Kamoro dan Suku Mee, usai pertemuan menggelar pesta bakar batu (Barapen) sebagai bentuk “Perdamaian” antara kedua Suku ini. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2015 lalu.  Kemudian situasi mulai kondusif hingga sekarang, tapi Operasi Illegal loging masih beroperasi, “Kata Ketua AMKI Kordinator Deiyai itu.

Semua penjelasan tadi sangat benar. “Semua hutan sudah babat hasil oleh Perusah-perusahan kayu yang masuk disana. Usai penjelasan, Kak Yoel membenarkan kata Kak Roby.

 Disela tersebut. Tak lama kemudian saya minta Om Bunamoye Mote, Admin www.timipotu.com bergabung dengan kami untuk berdiskusi pada kesempatan itu.

Ketika dengar penjelasan itu, diriku merinding. Kemudian saya rekomendasi kepada pengurus DPD KNPI yang akan dilantik harus menyikapi soal illegal login yang sedang merusak alam Papua di Deiyai. Mengapa saya mengatakn demikian, Sebab, “Pemuda adalah tulang punggung bangsa tak perlu pungkirikan serta Pemuda harus jelih melihat persoalan yang dihadapi masyarakat kecil pada msa kini.

Larang Operasi, Pither Edowai di Todong Aparat di Kapiraiya
Penjelasan yang perna saya dengar dari Ka Robi, Ka Yoel dan Kadis Kapiraiya di benarkan oleh salah satu masyarakat Kampung Idego, Paitua Pither Pinibo. Ini hasil wawancara pemilik ulayat.
“Kami ditodong senjata. Kami dikejar oleh pihak Aparat yang sedang jaga di area operasi  6 Perusahan Illegal Login di Distrik Kapiraiya Kabupaten Deiyai Papua. Enam  perusahan tersebut mencuri Kayu Gaharu, Masohi, Negara, juga Emas kami. Mereka sudah beroperasi sejak Kabupaten Deiyai belum di mekarkan.
“Kami pemilik ulayat di bikin seperti Binatang bruang !
Pada bulan lalu, Aparat mengejar saya dengan Senjata juga sekitar belasan peluruh melayang diatas kepala”.

“Kami mau bikin apa ? anak-anak kami saja tidak ada yang terpelajar, yang terpelajar pun tinggal di Kota. Kami tidak punya kekuatan untuk lawan mereka !

Tiap hari Kapal selalu bergantian. Satu Kapal datang bawah kayu Gaharu dan bibit Gaharu, satu datang lagi bawah Masohi, juga pohon Negara serta Emas, “ Dengan kehadiran perusahan-perusahan tersebut, benar-benar menguras kekayaan kami.  TUHAN menciptakan alam yang kaya raya untuk kami orang asli menikmati. Bukan pihak lain yang datang mengatur kami. Jelas Pither Pinibo, depan SD Inpres Waghete, Deiyai Papua, Jumat, (29/10/15) siang lalu.

“Operasi Illegal Login di Kapiraiya sudah masuk pada lokasi saya. Dengan kehadiran enam perusahan tersebut benar-benar menguras kekayaan alam disana. Pemerintah Daerah pun belum mampu mengani kasus tersebut. Jika proses pembiaran ini terus terjadi tentu eksistensi alam di Kapiraiya akan menjadi sebuah cerita pada kalangan public di Deiyai.

Selain itu, adapun operasi Militer disana sambil mengamankan perusahan Illegal. Kehadiran sejumlah tersebut sangat-sangat benar membunuh kami sebagai oaring asli, Jalas Agustinus Badokapa.
Lanjutnya, “Eksistensi alam terancam punah. Sekian ribu pohon dibabat habis dengan kehadiran perusahan Illegal.

“Kami heran. Siapa yang mengijinkan untuk melakukan operasi ? Ketika klarifikasi, nyatanya perusahan-perusahan tersebut dijinkan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika. Perijinan tersebut, tanpa amdal yang jelas. BAGIAN PERTAMA

Hasil investigasi Jackson Ikomouw





More details..

Kamis, 14 Mei 2015

NABIRE, DI MALAM HARI


*Oleh: Jackson Ikomouw) 
 
Pada pukul 08.00 malam hari, masyarakat merasa trauma untuk beraktivitas. Banyak bahasa propaganda yang beredar via seluler, serta di kabarkan dari mulut ke mulut. Pada pertengahan bulan Mei saya datang ke Nabire. Dengan tujuan untuk mengurus, Surat Jalan ke Jakarta. Setiap petang (Siang maupun malam), saya menghabiskan waktu bersama rekan-rekan di kota yang julukan emas itu, selain itu di wifi F Tri. Sebuah pondok Wifi yang terletak di jalan Kusuma Negara dekat gereja Tabernakel.

Suatu ketika di sore itu, saya mendatangi F Tri, saya menjumpai seorang Wartawan majalahselangkah.com, sebuah media Onlline di Papua, bernama Johanes Kuayo. Saya tanya, “Bagimana dengan masalah penangkapan terhadap dirimu, saat peliputan berita tentang kontak senjata yang terjadi di Sanoba, yang telah menembakan mati Leo Magai Yogi ?

Wartawan Zonadinamika.com
Petrus Youw. Ia di Pukuli Polisi
Polres Nabire, saat liput berita.
Ini jelas Johanes, Pas waktu itu, secara kebetulan, za menuju ke arah Siriwini. Kemudian, dengar kabar soal pembunuhan TNPB-OPM Leo Magai Yogi, juga di kabarkan bahwa, Leo Magai Yogi sedang otopsi di RSUD Nabire di ruangan Intalasi Gawat Darurat (IGD) maka saya menuju ruangan tersebut untuk liput berita. Namun, akhirnya saya di tahan anggota Polres Nabire dan Timsus Polda Papua yang di tugas di Polres Nabire, “Jelasnya.

Mereka menduga saya, karena pada kesempatan tersebut saya mengenakan pakean bermotif Free West Papua “Star Morning”. “Saat itu, saya tra sadar, dengan pakean yang za kenakan.
Kemudian, semua barang bawahan saya di sita. Handphone saya pun diambil secara paksa oleh pihak kepolisian, “Jelas Wartawan MS itu.

Sesudah itu, saya dibawah oleh aparat kepolisian dengan menggunakan mobil Polisi ke Kantor Polres Nabire. Lalu, kata Kuayo, Pakean  yang saya kenakan, di gantikan dengan pakena lain oleh pihak aparat, “Demikian, jelas kuayo, Kemudian di pulangkan, “Katanya.

Bagimana dengan kondisi Petrus Youw, Wartawan Zonadinamika, yang dikabar bawah, Ia di Pukuli oknum Polisi  itu ?

Saya belum tahu, dengan kondisi Petrus Youw. Mukin Ia pukuli saat saya dibawah ke Kantor Polres Nabire, “Katanya.

Ketika saya menghubungi Petrus Youw, Ia menjelaskan, “Pade, saat itu saya sedang Peiputan di RSUD Nabire. Kemudian, saya Pukuli hingga belur. Pada kesempatan tersebut, saya mengenakan pakean bola dari Negara Berasil ,”Demikian jelas Youw.

Dua Bulan kemudian, Kabupaten Nabire akan menggelar Pilkada Bupati dan Wakil Bupati. Pemberitaan di media cetak, di publikasi tentang perekrutan PPD di masing-masing Distrik. 

Para politikus sedang persiapan, untuk bersaing pada  Pada Pilkada Kab. Nabire. Bagi Intelek yang sudah lolos seleksi syarat sedang persiapan untuk tes selanjutnya. Sementara itu, masyarakat Nabire berdiskusi tentang pelaksanaan Pilkada, sedang bagian Aktivis fokus untuk membicarakan tentang masalah-masalah sedang tumbu subur di tanah PAPUA.

Perkembangan politik jadi pokok perhatian dalam kehidupan bagi pemimpin rakyat untuk pembebasan bagi Papua. Pihaknya merasa sedang di jajah Indonesia. Dengan upaya ULMWP menjadi perbincangan hangat dalam kehidupan bangsa Papua.

Kemudian, perkembangan Politik persoalan Papua membuat traumatis untuk beraktivitas bagi warga Nabire. Pukul 9.00 wit , kota Nabire sangat sunyi. Taka ada kendaran yang melintasi jalan raya. Penculikan masih saja terjadi di Nabire. 

Operasi intelijen masih di guncang pihak keamanan. Perkumpulan anak-anak Papua terus di pantau. Oknum-oknum pihak Intelejen, masih terus memantau gerak gerik orang Papau di Nabire. 

Ini cerita: Suatu ketika di malam itu, saya bersama beberapa teman berbincang mengenai perkembangan Sepak Bola di wilayah Meewodide, dekat SMP YPK Anthonius . Tidak lama kemudian, sebuah mobil hulux menuju ke arah kami. Mobil tersebut, memancarkan lampu mobilnya jarak jahu. 

Sebelumnya, sebuah mobil ada pakir di depan RRI di Jalan Merdeka. Kami sangat menduga, saya angkat bicara, “Mobil yang ada di sana itu, kayanya ada pantau kami ! Kemudain, Aboki minta kami pinda tempat. Namun kami memenuhi permintaan Aboky. Di malam itu, terjadi penculikan  terhadap 3 nyawa orang asli Papua di Nabire.

        Seakan Nabire di Jawa Barat
Pembangunan Mesjid. di Jalan
Raya Nabire Papua.
Di Nabire satu RT/RW satu mesjid. Setiap Gang yang di dominasi kaum pendatang tentu saja ada gedung Mesjid. Pihak pemerintah pun menjadi fasilitor dalam proses pembangunan Mesjid. 

Di Jatung kota Nabire, sekitar 6 unit gedung Mesjid. Pembangunan Mesjid, di pasilitasi oleh pihak Pemerintah, dimana pemerintah Nabire memberikan kucuran dana  yang lebih besar ketimpang Gedung Gereja.

Selain itu, di Nabire sudah di bangun Pesantren, untuk membina dan atau mendidik anak usia dini tentang ajaran Islam.
More details..